Langsung ke konten utama

“Kita Anak Indonesia, Generasi Tangguh Harapan Bangsa" Peringatan Hari Anak Komisariat Unram



Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 44 Tahun 1984, 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional atas gagasan Presiden RI ke 2, HM Soeharto. Penetapan ini didasari oleh pemikiran bahwa anak adalah aset yang sangat berharga bagi Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk menghormati hak anak Indonesia seperti hak hidup, hak tumbuh kembang, hak partisipasi dan hak perlindungan. 

Tepat pada tanggal 23 Juli 2020, GenBI NTB Komisariat UNRAM merayakan hari Anak Nasional bersama dengan adik-adik Panti Asuhan Al-Ikhlas. Dengan mengangkat tema kegiatan, “Kita Anak Indonesia, Generasi Tangguh Harapan Bangsa", GenBI berharap melalui kegiatan ini, anak-anak Indonesia dapat menjadi generasi tangguh dan menjadi harapan bangsa. Tangguh disini bukan hanya dalam artian mental, tetapi juga tangguh terhadap pandemi yang telah terjadi belakangan ini. 

Persiapan perayaan hari anak ini diawali dengan pembentukan panitia tepat seminggu sebelum perayaan. Setelah itu, panitia yang diketuai oleh Levia Arista, melakukan persiapan singkat selama waktu yang tersisa. Mulai dari belanja perlengkapan acara, persiapan konsumsi, pembuatan keperluan acara lainnya hingga persiapan H-1 acara dilakukan dengan mengandalkan kerja sama tim dan pemaksimalan waktu yang tersisa. 

Pukul 08.00 WITA, Acara perayaan hari Anak Nasional dibuka dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh saudara Azahri. Acara pembukaan dilanjutkan dengan sambutan – sambutan dari ketua panitia, ketua GenaBI NTB komisariat UNRAM, Koordinator Wilayah GenBI wilayah NTB dan Pihak Panti Asuhan Al-Ikhlas, Zaidi Muthakir. Acara pembukaan ditutup dengan penyerahan parcel alat tulis kepada pihak panti asuhan sebagai simbolis perayaan hari anak nasional. 

Perayaan hari anak kali ini diisi dengan materi mengenai Tangguh Covid19 dan Cita-cita. Materi ini dibawakan oleh Rani Rizka dan Natasya Benita dengan menyelipkan beberapa quis berhadiah untuk membangkitkan semangat peserta. Materi materi ini di akhiri dengan penulisan cita-cita oleh masing-masing peserta dan menggantungnya di pohon harapan.Seluruh peserta terlihat antusias untuk menulis dan menggantung cita-cita mereka di pohon harapan. 

Selain penyampaian materi, acara hari anak ini juga diisi dengan permainan edukatif. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan berlomba untuk menyusun puzzle gambar pahlawan. Semangat peserta terlihat membara saat ingin meperebutkan Juara pertama. Hiburan terakhir diisi oleh Laela dan Arnaya, GenBI NTB 2020, dengan mengajak adik-adik bernyanyi bersama. 

Sebelum menutup acara perayaan hari Anak Nasional, seluruh peserta dan GenBI NTB 2020 mengadakan doa bersama agar pandemi Covid19 ini cepat berlalu sehingga dapat beraktivitas dengan baik seperti biasanya. Doa ini dipimpin oleh pihak panti asuhan Al-Ikhlas. 

Seluruh rangkaian acara perayaan hari anak nasional 2020 yang diadakan oleh GenBI NTB Komisariat UNRAM ini berjalan dengan lancar. Seluruh peserta mengikuti acara dengan semangat dan khidmat. Semoga perayaan hari anak ini dapat bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan Al-Ikhlas dan juga bagi GenBI NTB 2020. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu GENBI ?

Dalam sejarah bermula dari obrolan santai saat berbuka puasa bersama , usai acara penandatanganan perjanjian kerjasama pemberian Beasiswa antara Bank Indonesia dengan Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Negeri Jakarta pada 3 Agustus 2011, muncul wacana untuk membentuk wadah berhimpun (komunitas) untuk menjalin komunikasi dan interaksi, saling menginspirasi, memotivasi serta menjalin sinergi antar sesama mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia.  Pada saat itu muncullah  beberapa kesepakatan, diantaranya adalah; nama dan lambang untuk Komunitas Penerima Beasiswa Bank Indonesia adalah Generasi Baru Indonesia (GenBI) , membentuk tim perumus dan kelompok kerja yang bertugas untuk merencanakan pertemuan umum dan deklarasi yang akan dilaksanakan pada 11 November 2011 (11-11-11) serta menyusun rancangan Konstitusi Organisasi (Statuta, AD dan ART). Berbagai cara dilakukan oleh kelompok kerja unt...

Divisi Kewirausahaan GenBI NTB

GENBI KEWIRAUSAHAAN          Devisi kewirausahaan merupakan bagian dari slah satu devisi di GenBI yang beranggotaan 24 orang mahasiswa penerima beasiswa yang terbagi menjadi 12 orang dari komisariat UIN MA dan 12 orang dari komisariat UNRAM.           Di devisi kewirausahaan ini atau yang biasa di sebut team penjualan dari GenBI . Ada beberapa produk unggulan dalam penjualan dari devisi kewirausahaan diantaranya: es genbira, Sate jamur,   Bananagih,   Donat.           Selain itu bukan hanya sekedar melakukan kegiatan berwirausaha tetapi ada tujuan atau pencapaian yang dilakukanoleh devisi kewirausahaan di antaranya Yang dilakukan adalah untuk membuat devisi ini maju yang itu membuat kelompok" yang akan bertugas untuk melakukan penjualan sesuai dgn jadwal yg telah di tetapkan dan di masing" kelompok dibagi juga ada yng bertugas se...

IZINspire dan GenHALAL: Dua program unggulan Divisi Kewirausahan GenBI Komisariat Universitas Mataram

GenBI Komisariat Universitas Mataram menjalin kerja sama yang erat dengan Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Barat, menginisiasi program kewirausahaan yang progresif untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di Dusun Berembeng Barat.  Fokus utama dari inisiatif ini adalah memberikan dukungan dalam pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memperoleh Sertifikasi Halal secara gratis, periode pelaksanaannya mencakup bulan September hingga November 2023.  Sebanyak lima Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mendapatkan manfaat dari bantuan ini, melalui pendaftaran NIB, sementara empat UMKM lainnya didaftarkan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Program inovatif ini merespons permintaan mendesak dari penduduk setempat, yang sebelumnya terkendala oleh biaya pendaftaran yang tinggi yang biasanya dikenakan oleh agen pendaftaran. Banyak di antara mereka enggan untuk melibatkan diri dalam proses formalisasi usaha karena khawatir akan beban biaya yang mungkin mencapai jutaan rup...